Pulang Kerja, Lihat Istri Mandi Dengan Pintu Terbuka, Saat Ikut Masuk Suami Nangis, Ternyata

Aku melihat istri sedang membuat susu untuk anak pertama, aku pun memanggilnya dan langsung memarahinya.
“Bagaimana kamu sebagai ibu, anak sendiri tidak diurus, lihat! Anakmu hampir jatuh dari ranjang!”
Istriku meminta maaf sambil menangis, dan buru-buru menggendong anak kami, dan terus meminta maaf karena lalai.
Beberapa hari kemudian, di kantor sedang akan diadakan rapat besar para direksi, jadi para karyawan diperbolehkan pulang lebih awal.
Maka aku pun segera pulang.
Setelah tiba di rumah, saya menyadari bahwa istriku sedang mandi, dan, yang membuat aku terkejut, dia mandi tanpa menutup pintu kamar mandi.
Aku benar-benar tidak habis pikir dan langsung memarahinya.
“Kamu tidak punya sopan santun ya? Apa tidak malu kamu telanjang dilihat orang? Untung aku yang masuk ke rumah, bagaimana jika orang lain yang masuk? ”
Dia menjawab, “Sayang, mari kesini, masuk ke kamar mandi bersama saya!”

Awalnya saya agak ragu dan bertanya-tanya dalam hati, tapi akhirnya aku masuk ke kamar mandi juga.
“Nah, kamu lihat, dari sini kita bisa melihat jelas kedua anak kita, kalau aku menutup pintu kamar mandinya, lalu siapa yang akan mengawasi mereka.”
Bukan cuma itu, aku perhatikan istriku dengan saksama ada beberapa bekas luka di tangannya dan bahwa betisnya juga mengalami lebam, selain itu juga ada bahagian tubuhnya yang bercalar.
Aku menanyakan bagaimana dia bisa mempunyai semua luka itu, dia menjelaskan bahwa semua itu terjadi saat dia melakukan pekerjaan rumah juga saat mengurus anak kami, tangannya melepuh terkena air panas untuk membuat susu, bengkaknya terjadi karena dia mengangkat barang berat cukup lama…
Tepat saat itu, anak kedua kami menangis, tanpa berpakaian dan dengan hanya mengenakan handuk, istriku segera menghampiri anak kami, dia segera berusaha menenangkannya.
Ternyata anak kami mengompol, dan dia segera mengganti celananya, celana yang kotor itu ditaruh ke keranjang cucian, saat itu saya baru menyedaris satuhal.

Biasanya saat pulang kerja di waktu biasa, semua cucian sudah selesai dicuci, kali ini saya melihat di tumpukan baju kotor itu, ada bajuku, bajunya, serta baju kotor kedua anak kami, itu adalah satu tumpukan baju kotor yang sangat banyak.
Aku baru menyadari bahawa selama ini, tanpa aku ketahui, ternyata istriku telah menanggung beban pekerjaan yang begitu banyak.
Tiba-tiba hatiku terasa sakit, aku merasa sedih sekaligus malu.
Aku baru sedar, saat itu anak pertama kami baru berusia hampir 4 tahun, anak kedua kami hampir berusia 1 tahun.
Aku merasa bodoh dan bersalah, bagaimana boleh selama ini aku tidak tahu kalau pekerjaan istriku sebegitu banyak, dan bahwa mengurus dua anak yang masih kecil ini, sebegitu sibuk.
Aku memeluk istriku, aku menangis dan meminta maaf padanya.
Sejak hari itu setiap ada kesempatan aku pasti akan membantu pekerjaan istri, dan kini, bukan hanya istri, aku sendiri tidak menutup pintu kamar mandi saat mandi, supaya aku juga bisa terus mengawasi anak-anak kami.
Aku rasa, seharusnya memang seperti ini, sebagai suami istri, sudah sepantasnya saling membantu dan bekerja sama satu sama lain.
Tak  ada posisi yang lebih tinggi ataupun rendah di antara suami istri.
Kehidupan suami istri yang bahagia, cuma dapat terwujud, kalau keduanya mau untuk saling memahami juga saling pengertian.
Sumber: Kultum.co
Back To Top